Perjalanan hidup memang kadang menguras tenaga dan pikiran. Siklus alami yang dalam waktu bersamaan juga menarik untuk direnungkan makna pelajarannya. Awal menjejakan kaki saya untuk mengurus pendaftaran kuliah saya di program MM Juni 2006 yang lalu dimulai dengan menginap di Hotel Legend. Dan semalam, sebagai salah satu peserta Graduation Diner MBA+MM, Graduate School of Business – University of Malaya, saya pun dilepas di Ballroom-nya Hotel Legend. Saya seakan menutup proses pembelajaran saya di tempat yang sama dimana saya memulai berjuang memulainya.
Dua tahun seakan menjadi sebentar, namun sebuah prose panjang sebuah perjalanan. Sebuah proses panjang dimana saya merasakan banyaknya bantuan dan dorongan selama proses yang saya jalani. Pada waktu yang sangat tepat ini ijinkanlah saya menghaturkan persembahan kata-kata terima kasih tiada hingga dengan segala ketulusan kepada semua pihak yang telah memberikannya, khususnya kepada:
Pertama,
Manajemen PT BEJ, yang pada bulan Juni 2006 pak Erry Firmansyah dan pak Wawan S. Setiamiharja (alm) menyetujui permohonan saya untuk meninggalkan pekerjaan untuk melanjutkan kuliah. Juga, kepada pak MS Sembiring dan Ibu Justitia yang telah memberikan motivasi langsung ketika bertemu di Kuala Lumpur. Tak lupa, saya sampaikan juga kepada pak Eddy Sugito, termasuk maaf saya karena sampai saat ini belum sempat mengobrol seperti apa yang dijanjikan sebelum keluar dua tahun lalu. Rekan-rekan di Divisi SDM khususnya, serta tentunya seluruh rekan kerja di PT BEJ dulu yang telah mendo’akan dan menyemangati serta memberi jalan kehidupan kepada saya.
Kedua,
Keluarga-keluarga di Malaysia yang telah membantu proses belajar kehidupan saya di Kuala Lumpur. Mulai dari keluarga bang Kamal Fitri yang telah menguruskan apartment di Bukit Indah Ampang. Makci Niaga Tiara Intan dan keluarga bang Azirul, jiran yang selalu digangu oleh kedua pahlawan kecil saya. Makco (alm) yang memberikan bukti ketulusan membantu orang lain dan hidup keras. Pak Umar dan Ibu Ayu di East Heritage beserta para pejuang devisa yang telah memberikan proses pelajaran hidup yang sangat berharga, Juga termasuk Bang Razib, sang pejuang ESQ 165-nya Malaysia, yang telah mengunjungi saya sejak di hotel Legend.
Ketiga,
Kepada para lecturers and classmate of Graduate School of Business – University of Malaya. Khususnya kepada Dr. Fazilah Abd Samad sebagai Direktur juga secara pribadi telah membantu proses pembelajaran saya. Bang Mus, Chan Shirley, dan Chan Pau Leng, partner Tim teakhir. Juga temen2 seperjuangan dalam berlomba menyelesaikan thessi yaitu Jasnawati Binti Jasmin, Jamal Bin Paiman, Ahmad Rusli Bin Akiah, Emelia Binti Badaruddin, Karthigeyan Rajinighanth, Aida serta Farida Al-Busaidy dari Oman.
Keempat,
Seluruh pejuang kecil yang dari mereka saya banyak belajar membaca tulisan arab dengan benar di Tiara Intan Condominium Bukit Indah, keluarga jl Bukit Indah, Keluarga Widuri Apartment Taman Kosas, keluarga Taman TAR, Sri Hening Condominium – Ampang Hilir, Dua Residensi – Tun Razak, Ara Damansara. Semoga semuanya menjadi anak-anak yang sholeh atau sholehah.
Kelima,
Saudara-saudara tercinta di komunitas statUNPADnet. Mohon ma’af tidak dapat saya rinci satu persatu karena utk menuliskan nama semuanya tidak akan cukup satu halaman. Juga di komunitas milist Tasikmalaya, PPI University of Malaya serta di jaringan Yahoo Messanger. Pula, Mas Dayat and the genk di Nielsen. Terima kasih untuk semua kata-kata sapaan dan motivasi membakar semangat diri dari semuanya.
Keenam
Senior, sahabat, serta saudara yang berkunjung ke Kuala Lumpur dan sempet menengok saya. Om Wid, Mbak Kandi, Mas Pandi, tante Echi, bang Andi, om Hamzah, serta Karla dari BEJ. Mas Bin, Mas Wahyu dan Mas Ignatius dari team BPA. Juga dari statUNPAD: Silva ’00, Eko ’98 dan Kanti ’97 (serta om Tantan-nya), Dede ’00, dan Ivan ’98. Pula, kang Ipin dan Eva dari Nielsen. Yang tak mungkin terlupakan mas Erie Prakoso yang juga sering membantu memberikan supporting luar-dalam. Semuanya telah menjadi pelipur lara kerinduan suasana Indonesia melalui cerita-ceritanya.
Ketujuh
Dr. Syed Zamberi Ahmad yang telah memberikan supervisi selama saya menyusun thesis dengan segala masukannya. Dr. Jadi Suprijadi, DEA dan bapak Toni Toharudin S.Si., M.Sc. yang telah meberikan dukungan penuh untuk mengumpulkan data. Dyah Suskandari S.Si., Swastika Harimurti, dan Riskie Aprilianingsih yang telah membantu mengumpulkan data penelitian. Seluruh mahasiswa aktif di statistika Unpad yang telah bersedia mengisi quesioner yang telah disebarkan. Kang Dede Nurdin, Chan Shirley, serta Tanti Irawati P yang telah membantu mengecekan isi thesis dari sisi bahasa dan grammatical-nya.
Kedelapan
Sahabat karib serta handai taulan yang, mohon maaf jika terlupa tersebut satu persatu, dengan segala ketulusan hati telah mendo’akan dan membantu saya.
The last but the most important
Kepada istri tercinta dan kedua jagoan cilik yang telah mengorbankan segala rasa dan perhatiannya. Semoga semua pengorbannya tidak sia-sia. Serta keluarga besar Tasikmalaya dan Limbangan yang juga tiada putus-putusnya memanjatkan do’a untuk keselamatan dan tetap menyalanya semangat saya.
Akhir kata, sebagaimana kata-kata orang bijak, akhir sebuah perjuangan adalah awal perjuangan lain. Proses belajar formal saya memang sudah selesai, namun proses perjuangan hidup yang lain telah menunggu. So, jangan merasa bosan kalau saya kembali minta do’a dan dukungannya agar perjalanan perjuangan saya dimudahkan dan dilapangkan olehNya. Saya tidak minta untuk dibebaskan dari halangan dan rintangan, karena hal-hal itu akan tetap ada mewarnai hidup kita. Mudah-mudahan semuanya menjadi jalan kehidupan yang lebih membuat saya baik dan bermanfaat dalam kehidupan di komunitasnya. Seperti kata-kata bijak: If life gives us rocks, it’s our choice whether to build a bridge or a wall.
Posted by wirasasmita